Panglima TNI Ajak Pimpinan TNI di Jember Waspadai Ancaman Global

Home / Berita / Panglima TNI Ajak Pimpinan TNI di Jember Waspadai Ancaman Global
Panglima TNI Ajak Pimpinan TNI di Jember Waspadai Ancaman Global Kepala Staf Kodim 0824 Mayor Inf Sampak saat membacakan amanat tertulis Panglima TNI Marsekal Hari Tjahjadi sebagai inspektur upacara pada upacara bendera yang diadakan setiap tanggal 17 setiap bulannya, di Makodim 0824, Jember. (FOTO: Istimewa)

TIMESTORAJA, JEMBERPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjadi mengingatkan agar prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus senantiasa siap menghadapi perkembangan dunia yang selalu berubah secara signifikan, seiring dengan kemajuan yang dicapai oleh umat manusia.

"Perubahan dan perkembangan tersebut dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia," kata Kepala Staf Kodim 0824 Mayor Inf Sampak saat membacakan amanat tertulis Panglima TNI Marsekal Hari Tjahjadi sebagai inspektur upacara pada upacara bendera yang diadakan setiap tanggal 17 setiap bulannya, di Makodim 0824, Jember, Jawa Timur, Selasa, (17/4/2018).

Dalam amanatnya, Hadi juga menyampaikan bahwa perkembangan yang cepat membuat tantangan tugas bagi TNI semakin kompleks dan menuntut kemampuan beradaptasi dan inovasi.

"Karena itu kita harus senantiasa memperhatikan perkembangan lingkungan, baik nasional, regional maupun global, guna memahami segala hal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan tugas," ujar Hadi dalam pesannya.

Terkait dengan hal tersebut Panglima TNI memerintahkan kepada seluruh unsur pimpinan di jajaran TNI untuk senantiasa membaca situasi berikut segala kecenderungan perkembangannya. Menurut Hadi, hal tersebut diperlukan agar para pimpinan TNI dapat meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipatif, dan upaya konstruktif dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI, serta meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas prajurit dan PNS TNI dalam kerangka mendukung pembangunan nasional. 

"Salah satu tantangan yang akan kita hadapi dalam waktu dekat adalah Pilkada serentak di 171 daerah di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun ini pula rangkaian Pemilu 2019 akan dimulai. Pesta demokrasi tersebut biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik di tanah air," ucapnya.

Dalam pesannya, Panglima TNI melanjutkan bahwa kerawanan akan timbul bila hal itu dibarengi dengan berbagai tindakan kontra-produktif seperti kampanye hitam dan provokasi serta pengerahan massa yang anarkis. "Untuk itu, saya minta kepada seluruh prajurit dan PNS TNI untuk tidak bersikap reaktif terhadap segala isu yang berkembang dan tetap fokus pada tugas yang diembankan kepada kita sekalian," tegasnya.

Prajurit dan ASN TNI, lanjutnya, harus dapat membawa kesejukan di tengah-tengah masyarakat dengan tidak turut meneruskan atau menyebarkan isu-isu tidak jelas yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. "Apabila masyarakat meminta konfirmasi, sampaikan penjelasan yang tidak memperkeruh suasana. Jelaskan bahwa dewasa ini masyarakat harus lebih dewasa dalam bersikap di media sosial, karena kegaduhan yang timbul justru akan merugikan masyarakat sendiri," tutupnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com