Disperta Bondowoso Kawal Petani Kunyit dan Jahe di Empat Kecamatan

Home / Berita / Disperta Bondowoso Kawal Petani Kunyit dan Jahe di Empat Kecamatan
Disperta Bondowoso Kawal Petani Kunyit dan Jahe di Empat Kecamatan (FOTO: Bahrullah/TIMES Indonesia)

TIMESTORAJA, BONDOWOSO – Dinas pertanian (Disperta) Kabupaten Bondowoso, melakukan pengawal secara intensif kepada petani kunyit dan Jahe, yang berada di sentra di empat kecamatan, untuk menjaga kualitas supaya mampu bertahan di tengah persaingan pasar internasional.

Sentra Kunyit dan Jahe terdapat di empak kecamatan, diantaranya, Kecamatan Cermie, Botolinggo, Prajekan, dan Kecamatan Klabang. Adapun lahan tanam seluas kurang lebih 5000 hektare dari seluruh empat kecamatan.

"Dinas pertanian telah melakukan pengawalan dengan memfasilitasi para petani kunyit dan Jahe, yang dimulai sejak dari perencanaan teknis, pelaksanaan, evaluasi dan monetoring," ungkap H Munandar, Kepala Dinas pertanian Kabupateb Bondowoso, kepada TIMESIndonesia, Selasa (17/4/2018).

Dalam melakukan pengawalan kepada petani, lanjut Munandar, Dinas pertanian melakukan tiga macam pembinaan. Diantaranya, pertama, Dinas pertanian melakukan pembinaan secara langsung, dengan cara melakukan pertemuam langsung antar pembinan kabupaten, petugas lapang dan kelompok tani. Kedua, pembinaan langsung malakukan praktik yang dinamakan sekolah lapangan Jahe Kunyit sesuai SOP.

"Ketiga, Dinas Pertanian melakukan pembinaan tidak langsung melalui media Internet baik dengan memenfaatkan Whatshaap dan Radio," sambungnya.

Lebih lanjut, Munandar menjelaskan, bahwa Dinas Pertania melakukan pembinaan secara intensif melalui petugas lapangan yang dipimpin oleh H Sahroni, sebagai koordintor Balai penyuluh (BP), 

Selain itu, kata dia, dinas melakukan monitoring, yang dilakukan setiap bulan satu kali untuk melihat perkembangan dan kondisi tanaman baik Kunyit dan Jahe dilapanga.

Sedangkan pendampingnya katanya, satu desa satu petugas lapangan dan pendamping tersebut, sudah memiliki keahlian berbagai macam bidang tanaman/komoditas (polivalen).

"Sekali panen bisa memperoleh kurang lebih 15 ton, dan semakin banyak memberikan pupuk kandang maka hasilnya akan semakin maksimal," imbuhnya.

Lebih lanjut Munandar menambahkan, untuk masalah pemasaran atau distribusinya, semuanya diserahkan kepada petani.

Dinas hanya sebatas memfailitasi, mendampingi dan memberika pembinaan. Salah satu pemasarannya petani yang mejual hasil tanaman Kunyit dan Jahenya kepada PT Navil Natural Bondowoso.

Nantinya, kunyit dan jahe, akan didistribusikan dan di ekspor ke negara-negara Eropa seperti India, Ingris, di ekspor ke negara Thailand, Singapura dan Malaysia. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com