Indikator
  • Undercontruction

Berkat Dana Desa, Bali Bebas Desa Tertinggal

Home / Peristiwa - Nasional / Berkat Dana Desa, Bali Bebas Desa Tertinggal
Berkat Dana Desa, Bali Bebas Desa Tertinggal Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo saat melakukan kunjungan ke Bali pada Senin (7/5/2018). (FOTO: Kemendesa For TIMES Indonesia)

TORAJATIMES, JAKARTA – Program dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat pada 2015 lalu berdampak besar pada pengentasan desa tertinggal di Indonesia. Desa tertinggal kini menjadi berkembang dan desa berkembang menjadi desa mandiri.

Salah satunya di Provinsi Bali yang penanganan desa tertinggalnya sudah tuntas atau tidak ada lagi desa tertinggal di Bali.

Kemendes-PDTT-A.jpg

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang masuk, terdapat sekitar 636 desa di Bali dengan rincian sebanyak 100 desa mandiri dan 536 desa berkembang. 

"Dari laporan yang saya dapat, di Bali sudah tidak ada desa tertinggal. Jadi sejak adanya dana desa 3 tahun ini, desa tertinggal di Bali sudah tidak ada," kata Eko saat melakukan kunjungan ke Bali pada Senin (7/5/2018).

Menurutnya berbagai upaya telah dilakukan untuk mengentaskan desa tertinggal di Bali. Salah satunya dengan mengarahkan pada program produk unggulan kawasan pedesaan (Prukades) dengan mengarahkan untuk membangun desa-desa wisata.

Kemendes-PDTT-B.jpg

"Di Bali ini memang dilihat dari potensi alamnya sudah jadi wisata. Jadi banyak Dana Desa-nya sama program prukadesnya kita arahkan untuk membangun desa desa wisata," jelasnya. 

"Sekarang sejumlah homestay yang dibangun dengan anggaran dana desa sudah bisa bersaing dengan hotel bintang 3 dan bintang 4 dan itu disukai oleh turis dari mancanegara karena bisa merasakan hidup di tengah masyarakat pedesaan," imbuh Eko.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa program prukades yang merupakan salah satu yang diarahkan dalam penggunaan dana desa tidak hanya dadi pertanian maupun perikanan saja. Namun, pariwisata juga digencarkan.

"Untuk wisata, itu mesti terintegrasi. jadi kita bekerja sama dengan kementerian pariwisata dan pengusaha-pengusaha wisata supaya misalnya homestay yang dibangun dengan menggunakan dana desa di link an agar masyarakat yang membangun homestay tidak kesulitan mencari pemasarannya," tegasnya. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com